Opini

Gerindra Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Sugiono

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas partai terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana, bertepatan dengan momentum peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Partai Gerindra tidak larut dalam perayaan HUT RI saja, tetapi bergerak sebagai bentuk solidaritas,” kata Sugiono di Jakarta, Minggu.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi NTT agar dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan warga di wilayah yang terdampak gempa.

Selain menyalurkan bantuan, Sugiono mengatakan Partai Gerindra juga menggerakkan kader-kadernya di daerah untuk terjun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Di Kabupaten Ngada, Flores, pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngada telah mendatangi sejumlah lokasi pengungsian dan mendirikan dapur umum darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

Sugiono mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah meminta seluruh kader terkait untuk segera menyiapkan makanan siap saji dan bergizi yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama ibu dan anak, agar kebutuhan mereka selama berada di lokasi pengungsian dapat terpenuhi dengan baik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Partai Gerindra memastikan bantuan kepada korban gempa tidak hanya diberikan dalam bentuk dana, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Menurut Sugiono, keterlibatan kader di lapangan merupakan bentuk komitmen Partai Gerindra untuk hadir dan bergotong royong bersama masyarakat ketika menghadapi situasi bencana.

“Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban warga, seraya terus mendoakan agar saudara-saudara kita di Flores senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kelancaran dalam pemulihan pascabencana,” kata Sugiono.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengonfirmasi sebanyak 9.290 warga masih berada di sejumlah titik pengungsian setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi terbesar tercatat berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.356 warga mengungsi di GOR Samador. Sementara sekitar 2.000 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri yang tersebar di 10 titik lokasi.

Penyaluran bantuan dan keterlibatan kader di lapangan diharapkan dapat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *