JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD KMP) dikembangkan tidak hanya sebagai lembaga ekonomi di tingkat desa, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai pasok nasional.
Menurut Kawendra, penguatan peran koperasi dalam sistem distribusi nasional diperlukan agar KD KMP mampu menopang ketahanan ekonomi Indonesia sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kawendra dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Kawendra mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kembali menghidupkan semangat berkoperasi sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional.
Ia menilai koperasi perlu memiliki peran yang lebih strategis dan tidak hanya berfungsi sebagai unit perdagangan berskala kecil di tingkat desa.
“Kita optimistis karena Presiden Prabowo menghadirkan kembali semangat berkoperasi di era ini. Koperasi Merah Putih ke depannya bukan hanya sekadar menjadi toko di desa-desa tertentu, tetapi menjadi rantai pasok yang dimiliki oleh negara,” ujar Kawendra dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Menteri Koperasi, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Kawendra menilai penguatan rantai pasok melalui koperasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap sistem distribusi yang selama ini lebih banyak dikuasai oleh sektor swasta.
Dengan memiliki jaringan distribusi yang lebih kuat melalui koperasi, pemerintah dinilai akan mempunyai instrumen yang lebih efektif untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan rantai pasok yang lebih dimiliki oleh negara, harga bisa terkontrol sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjutnya.
Kawendra juga mengapresiasi capaian lebih dari 6.600 KD KMP yang telah berhasil masuk ke dalam rantai distribusi nasional.
Namun, ia berharap jumlah koperasi yang terlibat dalam rantai pasok nasional terus bertambah. Menurutnya, Koperasi Merah Putih tidak seharusnya hanya berperan sebagai pemasok dalam Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis bagi badan usaha milik negara (BUMN).
“Mudah-mudahan ke depan jauh lebih besar lagi, bukan hanya masuk ke ekosistem Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga perusahaan-perusahaan negara mengambil bahan bakunya dari koperasi. Dengan begitu ekonomi rakyat betul-betul semakin kokoh karena kita memiliki target yang jelas,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menilai keterlibatan koperasi dalam memasok kebutuhan BUMN akan memperluas pasar bagi produk masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
Menurutnya, keberadaan target yang jelas dalam pengembangan koperasi penting agar KD KMP dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kawendra juga meminta agar pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melibatkan sumber daya manusia dari daerah setempat.
Ia menilai keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional koperasi dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
“SDM lokal harus dilibatkan sebaik-baiknya. Kita menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh mencari pekerjaan,” katanya.
Kawendra juga menekankan pentingnya pengawasan yang kuat terhadap pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.
Ia mendorong Kementerian Koperasi membangun sistem pengawasan berbasis digital yang mampu memantau perkembangan setiap koperasi secara menyeluruh.
Menurut Kawendra, sistem tersebut perlu dilengkapi dengan dasbor pemantauan dan mekanisme peringatan dini atau early warning system agar berbagai persoalan dalam pengelolaan koperasi dapat terdeteksi dan segera dimitigasi.
“Pengawasan digital melalui dashboard harus termonitor, bukan hanya soal anggarannya ke mana, tetapi juga berbagai catatan yang bisa langsung dimitigasi. Ini berkaitan dengan harapan rakyat, sehingga program ini harus benar-benar optimal dan tidak hanya berjalan dua tahun saja,” pungkasnya.
Kawendra berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan sehingga benar-benar mampu memperkuat rantai pasok nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.





