SEMARANG, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Jamal Mirdad, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026), guna memastikan stabilitas pasokan pangan dan kesiapan cadangan beras nasional di wilayah Jawa Tengah.
Kedatangan Jamal Mirdad beserta rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah-DIY, Sri Muniati, serta Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah. Peninjauan difokuskan pada kondisi stok pangan, proses penyerapan gabah petani, hingga penguatan program swasembada pangan.
Dalam sidak tersebut, Jamal meninjau langsung kondisi gudang penyimpanan, memeriksa stok beras dan minyak goreng, mengecek mekanisme distribusi, serta memastikan kualitas komoditas yang akan disalurkan kepada masyarakat.
“Setelah kami melihat langsung, saya merasa lega. Kondisi cadangan pangan di Gudang Bulog Tambak Aji ini sangat aman, melimpah, dan yang terpenting kualitasnya sangat baik. Berasnya layak dan memenuhi standar untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Jamal Mirdad di sela peninjauan.
Jamal Mirdad menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan sektor strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap sektor pangan dan swasembada nasional.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, arah kebijakan kita sangat jelas, yaitu menuju swasembada pangan. Saya optimis urusan perut rakyat akan selalu aman karena pemerintah benar-benar hadir dan menjaga ketersediaan dari hulu ke hilir,” tambahnya.
Berdasarkan data di lapangan, stok beras di Gudang Bulog Tambak Aji diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya hingga 12 sampai 13 bulan ke depan.
Sementara itu, Sri Muniati menjelaskan bahwa kondisi cadangan pangan di wilayah Jawa Tengah saat ini berada pada level yang sangat kuat. Ia menyebut total stok cadangan beras pemerintah di seluruh gudang Bulog wilayah Jawa Tengah mencapai 376.770 ton setara beras.
“Saat ini stok cadangan beras kami mencapai 376.770 ton setara beras. Jumlah ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026, bahkan melampaui target cadangan aman,” jelas Sri Muniati.
Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi meningkat karena Bulog terus melakukan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani lokal di berbagai daerah di Jawa Tengah untuk memperkuat stok nasional.
Selain beras, Bulog juga terus menyalurkan minyak goreng melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar rakyat guna menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga bagi masyarakat.
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan komitmen bersama antara DPR RI dan Perum Bulog untuk terus bersinergi dalam mengawal distribusi pangan agar tepat sasaran dan mendukung penuh visi swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.





