JAKARTA, FraksiGerindr.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan program pembangunan 5.000 desa nelayan hingga tahun 2029 sebagai upaya memperkuat ekosistem perikanan nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2).
Melalui program ini, nelayan akan mendapatkan akses terhadap ekosistem perikanan yang terintegrasi, mulai dari kapal tangkap, dermaga, stasiun pengisian bahan bakar kapal, hingga fasilitas pendingin atau cold storage untuk penyimpanan hasil tangkapan.
“Dalam empat tahun mendatang, kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan kita akan bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program akan dimulai tahun ini dengan target awal pembentukan 1.000 desa nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Setiap desa dirancang menampung ratusan hingga ribuan nelayan yang dihimpun dalam koperasi agar dapat mengakses fasilitas dan pembiayaan secara kolektif.
Namun demikian, Prabowo menegaskan fasilitas tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Nelayan akan memanfaatkan skema kredit ringan melalui koperasi dengan tenor 10 hingga 12 tahun agar tetap terjangkau dan berkelanjutan.
“Jadi, ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi handout. Yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita bertahun-tahun,” tambahnya.
Menurut Prabowo, kebijakan ini penting karena nelayan selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian optimal, padahal mereka memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber protein utama bagi masyarakat.
“Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang menangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” jelasnya.





