SORONG, Fraksigerindra.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten dan Kota Sorong, Papua Barat Daya, membawa suasana baru di lingkungan sekolah. Di SMPN 1 Kabupaten Sorong, para siswa tampak bersemangat menikmati hidangan sehat yang disiapkan setiap hari melalui dapur MBG. Senyum dan tawa mereka menggambarkan bagaimana program ini benar-benar dirasakan manfaatnya di ruang belajar.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Yan Permenas Mandenas, hadir langsung untuk memantau pelaksanaan program tersebut di beberapa sekolah. Legislator Gerindra ini menyapa para siswa, berdialog dengan mereka, sekaligus mendengar kesan terhadap menu yang disajikan.
Kunjungan pemantauan dilakukan di SMP Negeri 1 Aimas di Kabupaten Sorong, serta di sejumlah sekolah di Kota Sorong, antara lain SD Negeri 27 Malaingkedi, SD Muhammadiyah Temu, dan SMK Negeri 1 (SMEA) Kota Sorong. Seluruh sekolah tersebut menjadi lokasi penerapan program MBG yang kini berjalan rutin setiap hari sekolah.
“Monitoring Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Kabupaten Sorong berjalan lancar dan penuh antusias para siswa-siswi,” ujar Mandenas dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Dalam dialog santai di halaman sekolah, anggota DPR asal Papua Tengah itu menanyakan menu makan siang hari itu. Dengan semangat, para siswa menjawab serempak: ayam, sayur, nasi, dan jeruk, hanya saja tanpa sambal. Jawaban polos itu memancing tawa ringan dari para guru pendamping.
Mendengar hal itu, wakil rakyat tersebut tersenyum bangga. Ia menilai para siswa mulai memahami pentingnya pola makan seimbang. Menu MBG di sekolah-sekolah tersebut memang telah disusun sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), yang mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah segar.
“Makannya fresh nggak?” tanyanya ramah.
“Segar, Pak!” jawab siswa serempak.
Menanggapi hal tersebut, politisi Gerindra itu menegaskan bahwa kualitas makanan menjadi perhatian utama pemerintah. Jika ada kekurangan, ia meminta agar segera dilaporkan untuk diperbaiki.
“Makanan tidak enak, kita harus evaluasi,” tegasnya.
Ketika ia menanyakan menu favorit para siswa, mereka spontan menjawab serentak: nasi goreng dan ayam goreng. Keceriaan pun mengalir, memperlihatkan kedekatan antara pendamping program dan para pelajar.
“Makanan di sekolah adalah makanan bergizi. Jadi kalau kalian kurang gizi, itu yang harus kita awasi,” ujarnya menambahkan.
Menutup kunjungannya, legislator asal Fraksi Gerindra itu menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna:
“Sudah makan berarti harus belajar lebih bagus.”
Hingga Oktober 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat lebih dari 12.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia, menjangkau sekitar 36,7 juta penerima manfaat — mulai dari anak PAUD, siswa SD hingga SMA, serta ibu hamil, menyusui, dan balita.
Program MBG menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini, memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.





