Berita Parlemen

Tinjau Dapur SPPG di Karawang, Wardatul Asriah Tegaskan Keamanan Pangan Tak Bisa Dikompromikan

WhatsApp Image 2026 05 03 at 15.39.21

KARAWANG, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra, Hj. Wardatul Asriah, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Penegasan itu disampaikan saat ia meninjau langsung Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kondang Jaya, Karawang Timur, Senin (27/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wardatul, yang akrab disapa Bunda Wardah, menyatakan bahwa seluruh proses penyediaan makanan harus memenuhi standar ketat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian kepada penerima manfaat.

“Keamanan pangan adalah syarat mutlak yang tidak bisa dikompromikan. Kebersihan, kualitas bahan baku, serta higienitas seluruh proses pengolahan makanan wajib dijaga pada standar tertinggi,” ujar Wardah.

Ia menambahkan, standar tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kualitas dalam pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul.

Selain melakukan peninjauan, Bunda Wardah juga berdialog langsung dengan Kepala SPPG dan para petugas dapur. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan agar setiap makanan yang disajikan benar-benar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi.

“Seluruh mata rantai penyiapan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajian, harus melewati pengawasan yang ketat dan berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif, dapat berlangsung optimal. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini dinilai menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan sektor kesehatan dan pendidikan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *