KABUPATEN BANJAR, FraksiGerindra.id — Menindaklanjuti keluhan warga korban banjir yang merasa belum menerima bantuan, Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Gerindra, Muhammad Rofiqi, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Komplek Asabri, Desa Sungai Tabuk Kota, Kabupaten Banjar, pada Rabu, (7/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, H Muhammad Rofiqi menyampaikan keprihatinannya setelah mendengar langsung pengakuan warga, khususnya kaum ibu, yang menyatakan wilayah mereka belum tersentuh bantuan sejak banjir melanda.
“Ini sangat menyedihkan sebenarnya, karena desa ini tidak tersentuh bantuan sejak awal banjir. Sudah berapa minggu banjir, menurut ibu-ibu, belum pernah ada bantuan sekalipun di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa banjir berdampak cukup parah di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Martapura Kota, Sungai Tabuk, serta beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Banjar.
“Hari ini kami sudah berkeliling di beberapa titik, ini mungkin titik ketiga. Nanti masih ada dua titik lagi. Mudah-mudahan kami bisa terus istiqomah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rofiqi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan perdebatan dan narasi negatif terkait penanganan banjir, serta mulai memfokuskan perhatian pada upaya solusi jangka panjang.
“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Banjar, untuk menyudahi perbincangan negatif. Sudah saatnya kita memikirkan solusinya. Selama lima tahun saya menjabat sebagai Ketua DPRD, banjir ini selalu terjadi. Jadi tidak usah lagi diperdebatkan siapa yang memberi bantuan dan siapa yang sering turun ke lapangan. Mari kita bergandengan tangan agar banjir ini tidak terulang lagi tahun depan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan warga Komplek Asabri Sungai Tabuk, Mufaroha, menyampaikan rasa syukur atas bantuan berupa sembako dan obat-obatan yang akhirnya diterima oleh warga.
“Kami sangat berterima kasih sekali karena akhirnya kami terjamah juga bantuan sembako ini. Setidaknya meringankan beban kami yang ada di sini, yang selama ini hanya bisa melihat bantuan wara-wiri di jalan, tapi kami tidak merasakannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang diterima warga sebelumnya sangat terbatas. Bahkan, saat kunjungan Menteri Sosial, sebagian warga hanya memperoleh satu bungkus nasi.
“Kalau bantuan sebelumnya hampir tidak ada. Kemarin saja pas ada Menteri Sosial, ada yang dapat satu bungkus nasi, ada yang dua atau tiga, tergantung. Tapi alhamdulillah hari ini kami benar-benar merasakan bantuan,” ujarnya.
Mufaroha berharap ke depan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana.
“Harapan kami ke depannya, sila kelima Pancasila bisa benar-benar dijalankan. Kita semua sama-sama kena musibah, jadi semoga bantuan bisa lebih merata,” pungkasnya.





