JAMBI, Fraksigerindra.id — Sikap peduli terhadap dinamika situasi yang terjadi di Provinsi Jambi terus diperlihatkan dan menjadi perhatian Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM. (SAH). Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX dengan Kementerian Kesehatan (25/8) kemarin.

Dalam rapat yang dilaksanakan secara tatap muka dan daring tersebut, SAH menyoroti situasi lambatnya ditribusi vaksin keberbagai pelosok daerah di Indonesia termasuk di Provinsi Jambi.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR ini, terwujudnya Herd Immunity sangat dipengaruhi oleh ketersediaan vaksin di tanah air. Namun situasi keterlambatan distribusi vaksin juga menjadi kendala yang harus segera di atasi.

“Herd Immunity atau kekebalan kelompok itu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan vaksin, namun hari ini ada masalah baru terkait lambatnya proses distrubusi vaksin ke berbagai daerah, ” ungkap Bapak beasiswa Jambi tersebut.

Pada rapat tersebut mengemuka satu fakta bahwa baru 1 persen Tenaga Kesehatan di Jambi yang mendapat booster vaksin ketiga. Padahal dari segi ketersediaan secara nasional vaksin Moderna yang dijadikan dosis ketiga vaksin untuk Covid-19 telah kurang lebih dua bulan tiba di tanah air. Hanya saja dalam kurun waktu selama itu distribusi vaksin sangat lambat.

Di samping itu, ketersediaan vaksin untuk masyarakat juga masih menjadi kendala, karena animo masyarakat untuk di vaksin tidak sebanding dengan ketersediaan Vaksin yang ada. Walhasil ini menimbulkan masalah karena masyarakat ingin di vaksin, sedangkan vaksin belum tersedia, sampai terjadi antrian dan kerumunan.

“Situasi sekarang hampir semua daerah kekurangan vaksin, padahal animo masyarakat untuk ikut di vaksin sangat besar, akibatnya banyak warga yang kesulitan akses vaksin, jadi masalahnya adalah distribusi vaksin harus dipercepat,” imbuhnya.

Sehingga SAH menilai perlu percepatan ditribusi Vaksin Covid 19 ke berbagai daerah di Indonesia. Hal ini penting untuk melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat dari infeksi virus Corona.

 

Selain itu SAH juga terus mendorong percepatan vaksinasi dengan target 1 juta penyuntikan dosis vaksin COVID-19 per hari. Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa vaksinasi akan terus digenjot sampai menyentuh angka 2 juta dosis per harinya di Agustus demi memperluas cakupan dan memenuhi target herd immunity.

 

“Akselerasi untuk mencapai 2 juta vaksinasi per hari masih terus difokuskan. Sejak awal hingga minggu ketiga Juli, suntikan vaksinasi rata-rata sudah mencapai 1 juta dosis, dengan kisaran 900 ribu -1,1 juta per hari,” ungkapnya.

 

Guna menurunkan laju penularan serta fokus pada akselerasi vaksinasi, pemerintah berkolaborasi dengan TNI Polri untuk mendorong vaksinasi dosis pertama di kabupaten/kota.

 

Terakhir SAH juga meminta pemerintah juga berkolaborasi dengan swasta dalam upaya percepatan vaksinasi dengan membuka sentra vaksinasi, salah satunya dengan Traveloka untuk melakukan vaksinasi di bandara, karena bandara merupakan salah satu pintu keberangkatan dan kedatangan dengan traffic yang cukup tinggi sehingga menjadi area yang pas untuk membuka sentra vaksinasi, pungkasnya.

Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *