Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah mendorong Pemerintah Daerah Kalimantan Barat bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi menghadapi potensi krisis air bersih akibat fenomena El Nino. Berdasarkan prakiraan BMKG, kemarau di sejumlah wilayah Kalimantan Barat berpotensi berlangsung hingga awal November 2026. Kondisi ini perlu diantisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Dengan situasi El Nino saat ini, di mana kemarau menurut perkiraan BMKG bisa terjadi sampai awal November, kita mengimbau pemerintah daerah untuk mencarikan solusi-solusi untuk masyarakat.”
Yuliansyah menilai penanganan kemarau perlu dilakukan melalui penyediaan sumber air alternatif, selain Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendatangkan hujan. Ia menyebut Komisi V DPR RI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk membantu masyarakat terdampak melalui program penyediaan sumur bor.
“Kita pasti bersinergi dengan pemerintah daerah bagaimana untuk mengatasi dampak ini. Salah satunya BMKG yang melakukan OMC, kemudian kita membantu masyarakat yang terdampak melalui program penyediaan sumur bor.”






