Soroti Rencana PPN Sembako, Abdul Wachid: Daya Beli Masyarakat Akan Semakin Hancur

Kritik Permen Perindustrian Nomor 3 tahun 2021, Abdul Wachid: Dampak Buruk Bagi Industri Gula dalam Negeri

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota DPR RI dari fraksi partai Gerindra, Abdul Wachid menolak dengan tegas rencana Pemerintah yang akan menerapkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok (sembako).

Menurutnya, rencana tersebut bisa membuat daya beli masyarakat akan semakin berat.

“Daya beli masyarakat akan semakin hancur, rantai pasok akan terguncang karena ditingkat produsen akan terjadi kenaikan-kenaikan harga yang bisa meresahkan konsumen dalam hal ini rakyat itu sendiri. Jangan cekik rakyat dengan kebijakan yang menyengsarakan,” lirih Wachid yang sesekali terisak menangis saat berbincang dengan wartawan, Rabu (09/06/2021).

Wachid mengaku tak habis pikir dengan pola pikir Pemerintah yang merencanakan penerapan PPn untuk sembako.

“Masyarakat tengah berjibaku menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat tengah berjibaku menghadapi himpitan ekonomi kenapa ada rencana tak masuk akal semacam ini. Jangan ambil jalan pintas, para pemimpin itu di design untuk bisa menuangkan gagasan yang mampu membawa rakyat keluar dari keterpurukan bukan malah membuat rakyat semakin terpuruk,” tegas Ketua DPD partai Gerindra Jawa Tengah itu.

Semestinya, kata dia, penerapan PPn dibebankan ke sektor-sektor strategis yang banyak menyedot keuntungan secara signifikan.

“Kebijakan PPn itu mestinya dibebankan ke sektor semacam penggalian/eksploitasi sumber daya alam, baik itu minyak, gas, e-commerce dan lainnya. Dibebankan juga ke barang mewah. Saya kira itu lebih relevan ketimbang dibebankan ke rakyat. Kenapa saya bilang begitu karena bicara Sembako tak lepas dari kebutuhan rakyat yang paling mendasar,” tandasnya.

Yang jelas, kata dia, rencana tersebut tidak akan efektif ditengah kondisi masyarakat yang daya belinya lemah.

“Kontraproduktif, memberatkan masyarakat pedagang, petani, buruh. Sebaiknya draft rencana tersebut ditarik kembali, jangan dilanjutkan,” pungkasnya.

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Berikan Komentar

Tinggalkan komentar

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT