JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jambi, Rocky Candra, mengajukan permintaan tambahan kuota Jaringan Gas Rumah Tangga (JARGAS) kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI yang digelar di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Rocky menyampaikan bahwa kuota jargas di Provinsi Jambi sangat terbatas, dan kondisi ini telah menimbulkan masalah sosial di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa rukun tetangga (RT), meskipun terdapat sekitar 100 kepala keluarga (KK), hanya 30 KK yang mendapatkan sambungan jaringan gas. Ketimpangan ini, kata Rocky, memicu kecemburuan sosial dan konflik antarwarga.
“Jargas kami paling sedikit kuotanya. Saat saya turun ke lapangan, terjadi permasalahan hingga ribut antar tetangga,” ujar Rocky, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PP TIDAR.
Melalui rapat kerja tersebut, Rocky secara resmi mengajukan permintaan 100 ribu sambungan tambahan di Kota Jambi, untuk mengatasi ketimpangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Rocky juga mengkritisi lemahnya penegakan hukum di sektor pertambangan, khususnya terkait dengan pertambangan tanpa izin (PETI). Ia menyoroti kejadian di Kabupaten Bungo, di mana penertiban PETI oleh pemerintah daerah mendapat perlawanan dari kelompok preman.
“Bupati Bungo pernah menutup PETI, tetapi dihadang oleh preman. Namun tidak semua kepala daerah memiliki keberanian yang sama. Karena itu, harus ada kebijakan dan ketegasan dari kementerian untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan PETI,” tegasnya.





