Berita Parlemen

Novita Wijayanti Dorong Penguatan BMKG dan Basarnas untuk Tingkatkan Perlindungan Masyarakat

WhatsApp Image 2026 06 25 at 09.57.51

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, penguatan kedua lembaga tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko bencana dan situasi kedaruratan.

Dalam pembahasan tersebut, ibu Novita Wijayanti menyoroti peran vital BMKG sebagai penyedia informasi meteorologi, klimatologi, geofisika, serta sistem peringatan dini bencana. Ia menilai peningkatan kualitas layanan BMKG perlu didukung melalui modernisasi teknologi, pembaruan peralatan, dan penguatan sistem penyebarluasan informasi agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang cepat, tepat, dan akurat. Sejalan dengan hal tersebut, BMKG juga terus memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika guna mendukung upaya mitigasi bencana serta keselamatan masyarakat.

“Informasi yang akurat dan mudah diakses masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko bencana. BMKG harus terus didukung agar mampu menghadirkan sistem peringatan dini yang semakin andal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar ibu Novita Wijayanti.

Selain penguatan BMKG, ibu Novita Wijayanti juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas Basarnas dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan di berbagai kondisi darurat. Menurutnya, luas wilayah Indonesia dan tingginya potensi bencana menuntut adanya penguatan sumber daya manusia, tidak hanya melalui penambahan kapasitas internal Basarnas, tetapi juga melalui pembinaan potensi SAR di berbagai daerah.

Ia mendorong Basarnas untuk memperluas pelatihan relawan kebencanaan sehingga mampu membentuk jaringan relawan yang siap membantu pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan ketika terjadi bencana maupun kecelakaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional sekaligus memperluas jangkauan layanan Basarnas di berbagai wilayah. Komisi V DPR RI juga memberikan perhatian terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pembinaan potensi SAR nasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas layanan pencarian dan pertolongan.

“Basarnas tidak bisa bekerja sendiri. Dengan luasnya wilayah Indonesia dan tingginya potensi bencana, diperlukan lebih banyak relawan terlatih yang dapat menjadi perpanjangan tangan Basarnas di daerah. Relawan-relawan ini nantinya dapat menjadi agen keselamatan dan tim tambahan yang siap bergerak saat dibutuhkan,” tegas ibu Novita Wijayanti.

Lebih lanjut, ibu Novita Wijayanti menilai keberhasilan sistem mitigasi bencana nasional memerlukan sinergi yang kuat antara BMKG, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas kebencanaan, dan masyarakat. Menurutnya, dukungan anggaran pada Tahun 2027 perlu diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi informasi, modernisasi sistem layanan, serta perluasan jaringan relawan kebencanaan di berbagai daerah.

Ia berharap penyusunan RKA-KL dan RKP Tahun Anggaran 2027 dapat menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. BMKG yang lebih akurat dan Basarnas yang didukung jaringan relawan terlatih akan menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang tangguh terhadap bencana,” pungkasnya

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *