Berita Parlemen

Martin Tumbelaka Tegaskan Reformasi Polri Harus Dimulai dari Penguatan Internal

martin 3

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi III DPR RI, Martin D. Tumbelaka, menegaskan bahwa reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia perlu diarahkan pada penguatan sistem pengawasan internal. Menurutnya, pengawasan internal memegang peranan krusial dalam menjaga dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Martin dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan yang digelar di Ruang Rapat Komisi III DPR RI. Ia menyampaikan bahwa secara struktural, organisasi Polri sebenarnya telah memiliki perangkat yang lengkap, termasuk mekanisme pengawasan internal dan eksternal. Namun, tantangan utama terletak pada efektivitas pelaksanaan pengawasan internal itu sendiri.

“Struktur di Polri ini sudah lengkap. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana sistem pengawasan internalnya dimaksimalkan. Reformasi Polri harus memaksimalkan pada perbaikan sistem pengawasan di internal Polri itu sendiri,” ujar Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Reformasi Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Pengadilan, Kamis (8/1/2026).

Martin juga menilai bahwa fungsi Profesi dan Pengamanan (Propam) memiliki peran strategis dalam menjaga marwah dan kredibilitas Polri. Ia menyoroti masih adanya keraguan masyarakat terhadap penegakan disiplin internal, khususnya ketika pelanggaran yang dilakukan anggota di daerah tidak ditindak secara tegas dan cepat.

“Banyak kasus di daerah berkembang karena pengawasan internal tidak tegas. Masyarakat jadi ragu ketika melihat pelanggaran anggota tidak segera ditindak,” katanya.

Berdasarkan hal tersebut, Martin mendorong agar penguatan pengawasan internal dijadikan prioritas utama dalam agenda reformasi Polri ke depan. Menurutnya, pengawasan internal yang berjalan efektif tidak hanya akan meningkatkan disiplin anggota, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kepercayaan publik.

“Kalau pengawasan internal berjalan maksimal, masyarakat akan kembali percaya, karena melihat Polri tegas menindak anggotanya yang salah,” pungkasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *