JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Marlyn Maisarah, menghadiri perayaan Hari Jadi Desa Cijayanti (HJC) ke-98 yang digelar di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, baru-baru ini. Dalam sambutannya, Marlyn mengapresiasi pelaksanaan HJC ke-98 yang mengangkat nuansa kebudayaan Sunda dan memperkuat semangat kebersamaan antarwarga.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan HJC ini. Ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tapi momentum menguatkan identitas masyarakat melalui budaya lokal. Ini kekayaan kita, dan harus terus dirawat,” ujar Marlyn.
Ia menilai HJC tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan juga menjadi wadah penting dalam melestarikan budaya sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Tema perayaan tahun ini, “Geulis Lembur na, Bagja Warganya”, menurut Marlyn, relevan dengan upaya menjaga kearifan lokal. Beragam kegiatan seperti Upacara Tradisional Sunda, Lomba Tumpeng antar RT, Pagelaran Seni Budaya, serta Doa dan Sholawat Bersama dinilai sebagai tradisi yang harus terus dilestarikan.
“Terlebih, acara ini turut melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak hingga orang tua, pengusaha sekitar, pelaku UMKM, organisasi pemuda, hingga para tokoh masyarakat,” papar Marlyn.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan, khususnya di kawasan berkembang seperti Babakan Madang yang saat ini mengalami pertumbuhan cukup pesat.
“Desa seperti Cijayanti perlu perhatian dan penataan khusus. Pembangunan fisik harus diiringi dengan tata kelola lingkungan dan sosial yang baik. Saya mendorong agar program-program dari pusat bisa lebih banyak masuk ke desa-desa di Kabupaten Bogor, terutama yang punya potensi budaya dan alam seperti ini,” ujarnya.
Sebagai legislator dari Dapil Jawa Barat V, Marlyn menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat desa, khususnya dalam peningkatan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, pendidikan budaya, serta penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal.





