MEDAN, FraksiGerindra.id — Kapoksi Gerindra Komisi VIII DPR RI, M Husni, menyoroti tingginya jumlah penerima bantuan sosial di Provinsi Sumatera Utara yang tercatat sebagai yang terbesar di Pulau Sumatera. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan, Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan yang dihadiri mitra kerja dari Kementerian Sosial, Baznas, serta Kementerian Haji dan Umrah itu, Husni menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong graduasi kemiskinan. Berdasarkan data yang dipaparkan, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Sumatera Utara mencapai lebih dari 500 ribu jiwa, sementara penerima bantuan sembako menembus lebih dari 800 ribu jiwa.
“Sumatera Utara adalah penerima bantuan sosial terbesar di Sumatera. Oleh karena itu, kami mendorong para bupati dan wali kota untuk lebih proaktif dalam menyusun program perencanaan pengentasan kemiskinan,” ujar Husni.
Ia menilai bantuan dari pemerintah tidak seharusnya berhenti pada pola konsumtif, tetapi perlu diarahkan menjadi stimulus produktif melalui dukungan modal usaha kecil dan UMKM agar masyarakat penerima bansos dapat naik kelas secara ekonomi.
“Dengan kerja keras pemerintah daerah membuka lapangan kerja dan memberikan harapan penghidupan yang layak, kita ingin mereka yang berada di desil 1 atau 2 bisa naik ke desil 5 atau 6, sehingga angka penerima bansos ini bisa jauh berkurang,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Husni juga menyinggung persiapan penyelenggaraan ibadah haji Sumatera Utara tahun 2026. Ia menyoroti adanya pengurangan kuota jemaah haji lebih dari 2.000 orang sebagai dampak dari penyesuaian masa tunggu keberangkatan yang kini mencapai 26 tahun.
Meski demikian, ia mengapresiasi kinerja Kantor Wilayah Kementerian Haji Sumatera Utara yang dinilai tetap bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jemaah di tengah penyesuaian kuota tersebut.
Kepada jemaah kloter awal yang mulai diberangkatkan, Husni juga menitipkan pesan khusus agar menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Jemaah kloter awal rata-rata akan menuju Madinah terlebih dahulu untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi. Saya ingatkan, perjalanan ini berlangsung kurang lebih 41 hari. Tolong dijaga tenaga dan kesehatannya, jangan sampai kelelahan di awal,” pesannya.
Ia mengingatkan bahwa puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) baru akan berlangsung pada akhir Mei 2026 sehingga para jemaah diminta mengatur stamina dengan baik.
“Puncak haji masih cukup jauh. Simpan tenaga untuk prosesi inti nanti. Kami berharap seluruh jemaah embarkasi Sumatera Utara dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan meraih haji yang mabrur,” pungkas Husni.





