Ahmad Muzani: PPKM Darurat agar Corona Tak Meledak Seperti India-Afrika

Gerindra Harap Revisi UU Otsus Akhiri Persoalan di Papua

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai diterapkan sabtu kemarin (3/7).

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai PPKM darurat sebagai upaya mengatasi penyebaran COVID dari hulu.

“Selama ini kita sibuk menangani terdampak COVID yang merupakan penanggulangan di sektor hilir, itu memang bagus. Tapi yang tidak kalah penting adalah mengatasi permasalahan penanganan COVID dari sektor hulu. Maka pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat atas nama apa pun, apakah sosial, ekonomi, keagamaan, pendidikan, atau pemerintahan, itu menjadi penting sebagai upaya penanganan COVID yang lebih efektif,” kata Muzani dalam keterangannya tertulisnya, Senin (5/7/2021).

Muzani mengatakan PPKM darurat diterapkan untuk mencegah peningkatan kasus COVID. Hal ini agar kasus di Indonesia tidak meledak seperti yang terjadi di beberapa negara lain, seperti India hingga Afrika.

“PPKM darurat ini sebagai ikhtiar untuk mencegah peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 dari sektor hulunya supaya kasus COVID di Indonesia tidak meledak seperti di India, Afrika, dan negara-negara di Eropa,” tuturnya.

Wakil Ketua MPR RI ini meminta seluruh pihak patuh menjalankan aturan yang berlaku dalam PPKM darurat, sehingga diharapkan efektif menekan angka penularan dan kematian.

“Maka harus ada kepatuhan dari semua pihak, baik itu individu, korporasi, maupun perkantoran, dan organisasi kemasyarakatan untuk taat terhadap PPKM darurat. Jangan berkerumun atas nama kegiatan apa pun,” tuturnya.

“Termasuk pasar tradisional dan swalayan, harus taati protokol kesehatan, kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring. Kebijakan ini harus didukung oleh semua pihak, sehingga semangat PPKM darurat yang diputuskan pemerintah ini bisa menghasilkan sesuatu yang diharapkan, yaitu menurunnya angka kematian dan penularan setiap harinya,” sambung Muzani.

Muzani menilai hasil dari PPKM darurat ini baru dapat dilihat 3-4 minggu ke depan. Menurutnya, PSBB yang sebelumnya diterapkan telah berhasil menurunkan tingkat penyebaran COVID.

“Kita pernah berlakukan PSBB dan hasilnya sangat baik, jumlah kematian dan penularannya menurun drastis. Begitupun PPKM darurat ini. Jika semua patuh dan kontrol di lapangan baik, hasilnya baru akan kita rasakan 3-4 minggu yang akan datang. Ingatkan keluarga kita, teman-teman kita, orang tua kita untuk menaati aturan PPKM darurat,” ujarnya.

Selain itu, Muzani berharap pemerintah terus melakukan peningkatan vaksinasi. Hal ini agar herd immunity dapat cepat tercapai.

“Kemudian diharapkan pemerintah juga terus meningkatkan jumlah vaksinasi setiap harinya, sehingga kemungkinan Indonesia mencapai herd immunity, yakni 75 persen warganya telah divaksinasi, itu bisa dicapai secepat mungkin,” pungkasnya.

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Berikan Komentar

Tinggalkan komentar

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT