SORONG, Fraksigerindra.id –– Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Yan Mandenas, mendorong penguatan layanan keimigrasian dan fasilitas pendukung penerbangan internasional di Sorong, Papua Barat Daya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Sorong sebagai pintu gerbang menuju Raja Ampat yang merupakan salah satu destinasi wisata dunia.
Dorongan itu disampaikan Yan setelah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan jajaran keimigrasian setempat terkait penguatan pelayanan publik dan pengawasan lalu lintas orang asing.
“Melalui kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sorong, saya berdialog langsung dengan jajaran keimigrasian setempat mengenai penguatan pelayanan publik dan pengawasan lalu lintas orang asing,” ujar Yan dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Yan, letak Sorong memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama menuju Raja Ampat. Karena itu, kesiapan pelayanan keimigrasian dan infrastruktur pendukung perlu diperkuat untuk mengantisipasi meningkatnya konektivitas internasional ke wilayah tersebut.
“Sorong punya posisi yang sangat strategis sebagai beranda depan menuju destinasi dunia, Raja Ampat,” katanya.
Salah satu hal yang didorong Yan ialah pembentukan Kantor Wilayah Imigrasi Papua Barat Daya yang berkedudukan di Sorong. Menurut dia, keberadaan kantor wilayah tersebut dapat membuat pelayanan keimigrasian lebih dekat dan efektif bagi masyarakat.
“Kita mendorong penuh kehadiran Kantor Wilayah Imigrasi yang berkedudukan di Sorong agar pelayanan publik lebih dekat, cepat, dan efektif,” ujarnya.
Selain kelembagaan, Yan menyoroti kesiapan Imigrasi Sorong dalam menghadapi rencana pembukaan penerbangan internasional secara langsung. Ia berharap wisatawan mancanegara dapat tiba di Sorong tanpa harus melalui transit panjang di Jakarta atau Bali.
“Imigrasi Sorong harus siap menyambut rencana pembukaan penerbangan internasional langsung. Wisatawan dunia ke depan harus bisa langsung mendarat di Sorong tanpa perlu transit panjang di Jakarta atau Bali,” kata Yan.
Untuk menunjang rencana tersebut, Yan juga mendorong percepatan pembangunan terminal internasional di Bandara Domine Eduard Osok (DEO), Sorong. Menurut dia, peningkatan fasilitas bandara harus dibarengi dengan pemenuhan standar pelayanan customs, immigration, quarantine (CIQ).
“Kita mencatat perlunya percepatan pembangunan terminal internasional di Bandara Domine Eduard Osok (DEO). Sinergi antara Pemkot, Pemprov, dan Kemenhub akan terus kita dorong guna pemenuhan standar pelayanan CIQ yang optimal,” tutur Yan.
Ia menilai penguatan fasilitas, sumber daya manusia, dan sistem keimigrasian menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi dan pariwisata di Tanah Papua. Terlebih, Sorong memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk wisatawan menuju Raja Ampat.
“Komisi XIII DPR RI berkomitmen penuh mengawal peningkatan sarana, SDM, dan sistem keimigrasian yang modern dan profesional demi kemajuan ekonomi dan pariwisata di tanah Papua,” ujar Yan.




