Berita Parlemen

Martin Tumbelaka Dukung Penguatan Anggaran BNN untuk Tingkatkan Deteksi dan Pemberantasan Narkotika

martin

JAKARTA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menyatakan dukungannya terhadap usulan tambahan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) guna memperkuat upaya pemberantasan narkotika yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Menurutnya, tantangan yang dihadapi BNN semakin kompleks seiring berkembangnya berbagai modus peredaran narkoba yang terus berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepala BNN di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Komisi III DPR RI menerima dan menyetujui penjelasan Kepala BNN mengenai usulan program kerja sesuai pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,447 triliun. Komisi III juga menyatakan akan memperjuangkan tambahan anggaran sebesar Rp5,050 triliun sehingga total kebutuhan anggaran BNN mencapai Rp6,497 triliun.

“Bahwa pemberantasan narkotika maupun tindak pidana korupsi merupakan hal yang sangat penting, juga bagi Bapak Presiden. Untuk itu dimasukkan dalam Astacita pemerintah,” ujar Martin.

Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menilai dukungan anggaran yang memadai menjadi kebutuhan penting mengingat luasnya tugas dan tanggung jawab BNN. Selain menjalankan fungsi pencegahan dan rehabilitasi, BNN juga dituntut mampu menghadapi perkembangan modus kejahatan narkotika yang semakin canggih.

Menurut Martin, tambahan anggaran yang diusulkan perlu dipandang sebagai investasi negara untuk meningkatkan efektivitas penindakan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Dengan kebutuhan anggaran yang disampaikan tadi tentu kami dari Partai Gerindra akan all out mendukung akan pengajuan penambahan anggaran yang dibutuhkan selama itu untuk memaksimalkan penindakan di lapangan, kerja-kerja BNN,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Dalam kesempatan tersebut, Martin juga menyoroti maraknya peredaran narkotika cair yang dinilai menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum. Ia mengungkapkan keprihatinannya setelah mengetahui bahwa alat pendeteksi untuk jenis narkotika tersebut masih sangat terbatas.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera diantisipasi karena narkotika cair memiliki potensi lebih mudah diselundupkan melalui berbagai jalur masuk ke Indonesia. Tanpa dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, upaya deteksi maupun penindakan dikhawatirkan tidak dapat berjalan secara optimal.

“Nah ini kan bahaya sekali kita. Ini barang sudah beredar luas tapi kita belum punya alat. Kami berharap dengan adanya penambahan ini segera diadakan alat tes itu, supaya jangan sampai ini berkembang luas dan kita tidak punya alat untuk mendeteksi itu,” tegasnya.

Martin berharap pengadaan peralatan deteksi narkotika dapat menjadi salah satu prioritas dalam pemanfaatan tambahan anggaran BNN. Dengan dukungan sarana, teknologi, dan sumber daya yang lebih kuat, ia meyakini BNN akan semakin efektif dalam menghadapi perkembangan modus peredaran narkotika sekaligus memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Kami mendukung penuh apa yang Bapak BNN butuhkan terkait dengan anggaran dalam memaksimalkan penegakan hukum di Indonesia,” pungkas Martin.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *