JAMBI, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, memastikan ketersediaan stok pangan di Provinsi Jambi dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam hingga tujuh bulan ke depan. Kepastian itu disampaikan usai menerima paparan kinerja dari Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi dalam kunjungan kerja yang dilakukan di daerah tersebut.
Rocky mengatakan, berdasarkan data yang dipaparkan Bulog, cadangan pangan yang tersedia saat ini masih berada pada level aman sehingga dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan maupun harga pangan di tengah masyarakat.
“Secara umum stok kita aman. Ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Rocky menegaskan persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan kecukupan stok, tetapi juga menyangkut efektivitas distribusi serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.
Ia menyoroti pentingnya validasi data penerima bantuan pangan, khususnya bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Menurut dia, cakupan penerima bantuan di Provinsi Jambi yang mencapai sekitar sepertiga dari total kepala keluarga harus dibarengi dengan pendataan rinci agar tidak menimbulkan kesalahan distribusi di lapangan.
“Harus detail, by name by address. Jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Rocky juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan instansi terkait agar distribusi bantuan pangan dapat berjalan lancar hingga ke tingkat desa.
Selain distribusi, ia turut menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur gudang penyimpanan Bulog di sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan regional. Untuk wilayah Muaro Jambi, kata dia, kebutuhan tersebut akan difasilitasi melalui komunikasi dengan kepala daerah setempat, sementara pembangunan gudang di kabupaten dan kota lain akan didorong melalui koordinasi lintas pemerintah daerah.
“Gudang ini penting untuk menjaga ketersediaan stok di daerah. Kita akan fasilitasi komunikasi dengan kepala daerah masing-masing agar bisa direalisasikan,” jelasnya.
Tidak hanya komoditas beras, Rocky juga menaruh perhatian pada optimalisasi serapan jagung oleh Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung petani lokal. Ia menyatakan akan membantu membuka komunikasi antara Bulog, Pemerintah Provinsi Jambi, dan dinas pertanian agar proses penyerapan jagung dapat berjalan lebih maksimal.
“Kita dorong peternak membeli jagung dari Bulog. Ini juga bagian dari menjaga ekosistem pangan dan peternakan di daerah,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi, Wiwin Indratno, menjelaskan hingga awal 2027 kondisi stok pangan di wilayah Jambi masih berada dalam kategori aman. Berdasarkan data per 1 Mei 2026, total stok beras yang dikuasai Bulog mencapai lebih dari 14 ribu ton, ditambah komoditas lain seperti jagung, gula, dan minyak goreng yang turut memperkuat cadangan pangan daerah.
Menurut Wiwin, penyaluran bantuan pangan juga terus berjalan, termasuk melalui program Bantuan Pangan Beras (PBP) yang menyasar masyarakat penerima manfaat di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, Bulog tetap menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga beras di pasaran.
“Secara keseluruhan, stok tersedia dan penyaluran terus kami lakukan secara bertahap sesuai penugasan pemerintah,” ujar Wiwin.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap kesiapan cadangan pangan pemerintah di daerah, sekaligus memastikan distribusi bantuan, pembangunan infrastruktur, dan pemanfaatan komoditas lokal berjalan seiring dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.





