Berita Parlemen

Abdul Wachid Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Jepara, Progres Capai 50 Persen

WhatsApp Image 2026 05 02 at 09.16.42

JEPARA, Fraksigerindra.id — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Sabtu (2/5/2026). Dari hasil peninjauan, progres pembangunan proyek tersebut telah mencapai 50 persen dan dinilai berjalan sesuai jadwal.

Abdul Wachid mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Sekolah Rakyat tersebut merupakan program di bawah Kementerian Sosial yang menjadi mitra kerja Komisi VIII DPR RI.

“Sekolah rakyat di bawah naungan Kementerian Sosial yang merupakan mitra kerja Komisi VIII, makanya kita turun langsung memantau progresnya. Saat ini, progresnya menggembirakan sesuai jadwal,” kata Abdul Wachid.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan seluas 10,2 hektare itu telah dimulai sejak Desember 2025 dengan target penyelesaian selama delapan bulan. Namun, dengan kondisi cuaca yang mendukung, proyek tersebut berpotensi rampung lebih cepat dari jadwal.

“Informasi pelaksana proyek, rampung Juni,” ujarnya.

Abdul Wachid menegaskan, Komisi VIII DPR RI akan terus melakukan pengawasan hingga pembangunan selesai dan sekolah siap beroperasi. Hal ini penting untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Sekolah Rakyat Suwawal Timur dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap. Terdapat 27 gedung yang dibangun, meliputi ruang belajar, asrama, gedung olahraga, ruang pertemuan, tempat ibadah, dapur, serta ruang terbuka hijau dan fasilitas pendukung lainnya.

Ia juga menekankan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan.

“Sesuai amanat Presiden Prabowo sekolah rakyat memang diproyeksikan ikut berkontribusi memutus mata rantai kemiskinan,” tandasnya.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *