MEDAN, Fraksigerindra.id — Kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) ke-26 yang digelar pada Sabtu (1/11/2025) pukul 16.00 WIB di Kota Medan menghadirkan dua narasumber utama: H.M. Husni, S.E., M.M., Kapoksi Gerindra Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I(meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi), serta Prof. Dr. Sahkholid Nasution, S.Ag., M.Ag., Guru Besar UIN Sumatera Utara. Tema yang diangkat pada sesi ini ialah “GTK Madrasah: Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran Madrasah Berdaya Saing Global.”
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi, antara lain MTs Nurul Ikhwan Tanjung Morawa, YPI Nurul Iman Tanjung Morawa, Pondok Pesantren Darul Al-Amin Ikrom, Pesantren Modern Darul Ihsan Hamparan Perak, UIN Sumatera Utara, Majelis Ta’lim Tanjung Morawa, dan DPD Partai Gerindra.
Dalam pemaparannya, Legislator Gerindra tersebut menyoroti perubahan besar dalam dunia pendidikan Islam, khususnya madrasah, yang kini tengah bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Namun, ia menyayangkan bahwa kemajuan teknologi dan perubahan sosial justru diiringi dengan kemunduran moral di lingkungan pendidikan.
“Kenapa saya katakan demikian? Kita sudah sering mendengar berbagai kasus murid yang bermasalah, dan ironisnya, yang menjadi korban justru para guru,” tegas Husni.
Ia menambahkan, dulu guru dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati dan disegani karena wibawa serta keteladanannya sebagai pendidik. Kini, kondisi itu mulai bergeser seiring munculnya berbagai kasus diskriminasi dan pelecehan terhadap profesi guru.
“Dulu guru adalah panutan dengan kewibawaannya. Tapi sekarang, kita menyaksikan banyak guru kehilangan wibawa bahkan didiskriminasi. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, termasuk guru madrasah.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada kesejahteraan guru, khususnya guru madrasah yang telah berperan aktif membangun bangsa. Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, yang diharapkan dapat menaungi, melindungi, memfasilitasi, dan menyejahterakan para guru madrasah di seluruh Indonesia,” tegas Husni.
Sementara itu, Prof. Dr. Sahkholid Nasution menekankan bahwa madrasah memiliki peran vital sebagai benteng nilai Islam dan moral bangsa. Menurutnya, guru madrasah harus menjadi pelopor perubahan di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, dan krisis karakter.
“Madrasah adalah benteng nilai Islam dan moral bangsa. Meskipun dunia pendidikan bertransformasi menuju era digital dan global, guru madrasah tidak boleh diam. Mereka harus menjadi pelopor perubahan spiritual, intelektual, dan sosial,” jelasnya.
Ia juga menguraikan konsep transformasi guru madrasah melalui pilar spiritualitas, kepemimpinan moral, profesionalisme, dan intelektualitas yang harus dijaga seimbang dalam proses pendidikan modern.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta menyampaikan aspirasi dan pertanyaan, di antaranya Evi Triyanti Nasution dari YPI Nurul Iman yang menanyakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah, serta Faisal dari DPD Partai Gerindra yang menyoroti keseriusan pemerintah mengatasi persoalan transformasi pendidikan di daerah pelosok.
Kegiatan NGOPI ke-26 ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong transformasi pendidikan Islam yang berdaya saing global, berakhlak, dan berkeadilan.





