- SUARA GERINDRA -

Bunga Kredit Masih Double Digit, Gimana Mau Pinjam?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Anggota Komisi IX DPR RI Kamrussamad merasa aneh dengan langkah Menkeu Sri Mulyani yang mendorong masyarakat untuk melakukan pinjaman uang ke bank lantaran bunga kredit masih dua digit.

Politisi Partai Gerindra ini mengurai walaupun BI Rate 3,5 persen tapi landing rate ke para pelaku usaha double digit. Hal itu dikarenakan adanya cost of funds yang masih tinggi yang dipengaruhi beberapa faktor tingkat suku bunga yang dibayar.

“Komposisi dari portofolio sumber dana, ketentuan mengenai cadangan wajib minimum (reserve requirement) service cost, pajak atas bunga, tahun efisiensi, dan faktanya Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan lebih banyak berasal dari deposito jangka menengah dan panjang,” katanya.

Dia menambahkan demand site belum meningkat signifikan, pengajuan kredit oleh masyarakat ke perbankan bisa meningkat apabila pasar sektor riil bergairah.

“Bunga kredit single digit sangat membantu kepercayaan dunia usaha. Karena itu, pemerintah harus tetap melanjutkan insentif tunai melalui perlindungan sosial untuk memompa/push daya beli masyarakat agar demand site meningkat. Sehingga produksi bisa meningkat,” tandasnya.