Berita Parlemen

Sriyanto Saputro Pastikan Stok Pangan Jawa Tengah Aman, Bulog Diminta Antisipasi Dampak El Nino

IMG 20260430 WA0055

KARANGANYAR, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro, memastikan ketersediaan stok pangan di Jawa Tengah, khususnya wilayah Soloraya, dalam kondisi aman dan mencukupi meski Indonesia mulai menghadapi potensi dampak fenomena El Nino pada musim kemarau tahun ini.

Kepastian tersebut disampaikan Sriyanto usai melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Bulog Karanganyar serta sentral penggilingan padi modern di Kabupaten Sragen, Kamis (30/4/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan cadangan pangan pemerintah sekaligus memastikan proses penyerapan hasil panen petani berjalan optimal.

“Stok ketersediaan pangan kita sangat terjaga, bahkan surplus. Untuk Jawa Tengah saja, stok mencapai 370.000 ton. Sementara di wilayah Surakarta (Soloraya), ada 79.000 ton. Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan,” tegas Sriyanto usai meninjau fasilitas pengolahan padi dan gudang Bulog Dukungan Sragen, Kamis (30/4/2026).

Menurut Sriyanto, melimpahnya stok pangan saat ini harus tetap diiringi langkah antisipatif, terutama dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino yang dapat memengaruhi siklus tanam di sejumlah daerah.

Karena itu, ia meminta Bulog tetap aktif melakukan distribusi cadangan pangan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan serta terus memaksimalkan penyerapan gabah petani sebagai langkah penguatan stok nasional.

“Bulog tidak boleh tidur meski stok melimpah. Saat ada daerah yang pasokannya menipis, harus langsung lari untuk mengisi. Begitu juga dengan penyerapan gabah petani, harus terus dimaksimalkan sebagai cadangan jika El Nino berlangsung lama,” lanjut politikus yang berangkat dari Dapil Jateng IV tersebut.

Selain memastikan kecukupan stok, Sriyanto juga menyoroti meningkatnya semangat petani setelah pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Menurut dia, kebijakan tersebut memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus melindungi hasil panen dari tekanan permainan tengkulak.

“Negara hadir. Dengan harga yang dipatok Presiden Prabowo ini, petani semakin bersemangat. Ditambah lagi adanya penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, ini sinergi yang luar biasa untuk mengejar swasembada pangan,” urainya.

Dalam peninjauannya di sentral penggilingan padi modern Sragen, Sriyanto juga melihat kapasitas pengolahan padi yang mencapai 120 ton per hari. Fasilitas pengeringan dan pengolahan modern tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas beras nasional tetap baik di tengah ketidakpastian cuaca.

Ia menambahkan, pengawasan pemerintah tidak hanya difokuskan pada komoditas beras, tetapi juga mencakup jagung dan palawija sebagai bagian dari diversifikasi pangan nasional guna menjaga ketahanan konsumsi masyarakat.

“Intinya, masyarakat tidak perlu resah. Stok pangan kita lebih dari cukup untuk menghadapi tantangan alam ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati menjelaskan pihaknya saat ini juga tengah menjalankan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat dengan komoditas utama berupa beras dan minyak goreng.

“Otomatis kami saat ini menyerap minyak goreng di mana stok yang disediakan saat ini cukup memadai untuk menyelesaikan pagu penyaluran bantuan pangan,” ujar dia.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *