JAKARTA, FraksiGerindra.id — Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), meminta mitra kerja Komisi V DPR RI, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk segera melakukan normalisasi sungai dalam skala besar menyusul bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Permintaan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan saat memimpin rapat terbatas di Aceh Tamiang pada Kamis, (1/1/2026).
Danang Wicaksana menilai normalisasi sungai merupakan langkah krusial dalam rangka mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyebutkan bahwa berbagai laporan yang diterima Komisi V menunjukkan terjadinya perubahan signifikan pada kondisi sungai pascabencana.
“Banyak informasi yang kami terima bahwa aliran sungai telah berpindah arah, berubah posisi, bahkan melebar. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan serius dan terencana,” ujarnya di Jakarta, Kamis, (1/1/2026).
Danang menjelaskan bahwa proses normalisasi sungai idealnya dilakukan secara menyeluruh, termasuk dimulai dari wilayah muara atau dari arah laut, guna mempercepat pemulihan fungsi sungai. Ia juga membuka kemungkinan dibukanya jalur sungai baru apabila diperlukan, dengan catatan seluruh langkah tersebut harus didasarkan pada kajian yang matang.
“Normalisasi harus didasarkan pada kajian teknis, ekologis, dan hidrologis. Semua harus dihitung, mulai dari debit air, kebutuhan tampungan, hingga luas sungai yang ideal agar mampu menjadi bagian dari sistem ketahanan terhadap bencana di masa mendatang,” jelasnya.
Danang Wicaksana menegaskan bahwa Komisi V DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap langkah normalisasi sungai sebagai strategi penting untuk menekan potensi terulangnya bencana serupa di masa depan. Menurutnya, penataan sungai yang terencana dan terintegrasi akan berperan besar dalam pengendalian banjir sekaligus mitigasi bencana.
Lebih lanjut, ia juga mendorong keterlibatan aktif Kementerian Perhubungan dalam proses normalisasi sungai, mengingat kegiatan tersebut berpotensi bersinggungan dengan jalur pelayaran menuju laut.
“Kami mendorong mitra kami di Komisi V, yaitu Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan, karena ini juga berkaitan dengan akses ke laut. Tidak menutup kemungkinan ada jalur sungai yang bisa difungsikan sekaligus sebagai alur pelayaran,” pungkasnya.
Dengan sinergi lintas kementerian, Danang berharap proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dapat berjalan lebih cepat, terintegrasi, serta berkelanjutan.





