MARTAPURA, FraksiGerindra.id — Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Muhammad Rofiqi, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tungkaran, Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2026) dini hari.
Kehadiran Rofiqi di tengah proses pemadaman dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran sekaligus memberikan dukungan kepada petugas dan relawan yang terus berjibaku mengendalikan api.
Anggota DPR RI yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar itu turut terjun bersama petugas dalam upaya penanganan karhutla di lapangan. Ia menyaksikan langsung tantangan yang dihadapi para personel saat melakukan pemadaman hingga dini hari.
Menurut Rofiqi, kerja keras petugas dan relawan patut mendapatkan apresiasi karena mereka harus menghadapi kondisi lapangan yang tidak mudah serta risiko perubahan arah dan penyebaran api yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla agar tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.
“Yang paling penting para petugas dan relawan tetap menjaga keselamatan. Kita apresiasi perjuangan mereka yang bekerja hingga dini hari untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat,” ujar Rofiqi.
Rofiqi berharap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Banjar dapat segera dikendalikan sehingga tidak semakin meluas dan memberikan dampak terhadap permukiman maupun aktivitas masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada kebakaran lahan. Kabut asap yang ditimbulkan dapat memengaruhi kualitas udara dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama apabila kebakaran berlangsung dalam waktu lama.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur karena skala dan dinamika kebakaran di lapangan tidak memungkinkan penanganan hanya dibebankan kepada satu instansi.
Rofiqi menekankan pentingnya memperkuat sinergi sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam penanganan karhutla. Pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat perlu bergerak secara bersama-sama.
“Sebagaimana arahan Presiden, semua pihak harus bersinergi. Karhutla ini tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Kita membutuhkan kolaborasi dan gerak cepat agar api bisa segera dikendalikan,” tegasnya.

Menurut Rofiqi, koordinasi yang kuat menjadi penting agar pemadaman dapat dilakukan secara cepat ketika ditemukan titik api baru. Kesiapan personel, peralatan, ketersediaan sumber air, serta informasi kondisi lapangan perlu terintegrasi sehingga upaya pengendalian dapat dilakukan secara efektif.
Ia juga menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari pencegahan dan penanganan karhutla. Informasi dari warga mengenai munculnya titik api dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat sebelum kebakaran berkembang semakin luas.
Rofiqi berharap seluruh pihak tetap menjaga kesiapsiagaan selama kondisi rawan karhutla berlangsung, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
Menurutnya, upaya pencegahan dan respons cepat harus berjalan beriringan untuk melindungi masyarakat sekaligus menekan dampak lingkungan dan kesehatan akibat kebakaran.

Ia kembali menyampaikan apresiasi kepada petugas dan relawan yang terus bekerja di lapangan hingga dini hari. Rofiqi berharap kerja bersama seluruh unsur dapat mempercepat pengendalian karhutla di Kabupaten Banjar sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman tanpa ancaman kebakaran maupun kabut asap.





