Kabar Prabowo

Sepakati Kerja Sama Maritim, RI-Inggris Garap Bersama Pembangunan 1.582 Kapal Nelayan

WhatsApp Image 2026 01 22 at 16.06.58

LONDON, FraksiGerindra.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati penguatan kerja sama di sektor maritim, salah satunya melalui proyek pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembangunan sebanyak 1.582 kapal nelayan. Proyek ini dirancang untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan nasional sekaligus memperkuat industri maritim dalam negeri.

“Kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan,” kata Teddy di London, Inggris, Rabu (21/1/2026) waktu setempat.

Teddy mengungkapkan, proyek pembangunan kapal nelayan ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja di Indonesia. Jumlah tersebut mencakup sekitar 30.000 awak kapal, 400.000 tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170.000 orang yang memperoleh manfaat dari efek pengganda kegiatan ekonomi maritim.

“Yang menarik begini, kapal ini menurut Menteri Kelautan Perikanan akan memperkerjakan sekitar 600.000 orang. Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” ujarnya.

Selain kerja sama maritim, Inggris juga menyatakan komitmen investasi yang signifikan di Indonesia. Teddy menyebutkan nilai investasi tersebut mencapai 4 miliar Pound Sterling atau setara sekitar Rp90 triliun.

“Ada komitmen investasi sebesar 4 miliar Pound Sterling, itu sekitar Rp90 triliun,” katanya.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer berlangsung pada Selasa (20/1) di kantor Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, London. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang mencakup kerja sama ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, pertahanan dan politik luar negeri, ekonomi biru, serta transisi energi.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris sendiri telah terjalin sejak Desember 1949 dan terus berkembang melalui berbagai perjanjian serta kerja sama strategis yang saling menguntungkan selama lebih dari tujuh dekade.

Show Comments (0)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *