KARAWANG, Fraksigerindra.id — Penyandang disabilitas memerlukan perhatian khusus dan dukungan agar memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Komitmen ini ditegaskan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Wardatul Asriah, saat menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (25/6).
“Penyandang disabilitas memerlukan perhatian khusus dan dukungan untuk memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan. Atensi ini mencakup pemenuhan hak-hak mereka, aksesibilitas, serta rehabilitasi sosial dan ekonomi,” ujar Wardatul Asriah di hadapan para penerima bantuan.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial memberikan bantuan berupa kursi roda kepada para penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta mendukung pemberdayaan ekonomi.
“Pemberian bantuan kursi roda ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Momentum ini sangat relevan sebagai perwujudan Pemerintah melalui Kementerian Sosial dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas sesuai amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” lanjut anggota Fraksi Gerindra tersebut.
Selain kursi roda, Wardatul Asriah juga menyerahkan paket bantuan sembako dan melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian sosial.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah pandangan masyarakat terhadap disabilitas. “Penting untuk diingat bahwa disabilitas bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan atau dianggap sebagai aib. Sebaliknya, disabilitas harus dipandang sebagai bagian dari keberagaman manusia yang patut dihargai dan diakomodasi. Dengan pemahaman yang tepat tentang disabilitas, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi semua orang,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Wardatul Asriah mengutip pesan inspiratif dari aktor internasional Jackie Chan. “Terkadang hanya dibutuhkan satu tindakan kebaikan dan kepedulian untuk mengubah hidup seseorang,” tutupnya.





