- SUARA GERINDRA -

Sutan Adil Hendra: Perusahaan Wajib Membayar THR Pekerja

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menekankan pentingnya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan kewajiban pemberi kerja. Perusahaan pun diharapkan tetap membayar sebelum hari raya meski tidak mampu.

“Saya pikir perusahaan mengetahui kewajiban untuk membayar THR meski kondisi lagi sulit,” ungkapnya dalam rilisnya kepada redaksi Fraksigerindra.id

Adapun menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu bagi perusahaan yang mengklaim tidak mampu membayar harus menyertakan bukti ketidakmampuan pembayaran kepada pegawai. Pembayaran pun harus sesuai perjanjian antara pegawai dengan perusahaan.

Dalam hal ini, SAH sapaan akrab dari Sutan Adil Hendra menjelaskan THR merupakan pendapatan non-upah. Adapun pekerja/buruh yang berhak atas THR adalah pekerja tetap dan kontrak yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR wajib dibayarkan 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

“Ketentuan pembayaran THR pun sudah diatur dalam Surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Apabila perusahaan tidak mampu membayar penuh di tahun ini, ada sejumlah ketentuan yang berbeda dibandingkan 2020,” jelasnya.

Sehingga menurut legislator yang dikenal dengan program beasiswa nya ini, tentang kesepakatan yang dibuat harus tertulis dan memuat waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan 2021 pekerja/buruh yang bersangkutan. Selain itu, perusahaan harus dapat membuktikan ketidakmampuan membayar THR 2021 secara tepat waktu berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.

“Apabila besaran nilai THR yang ditetapkan dalam PK (perjanjian kerja), PP (peraturan perusahaan), PKB (perjanjian kerja bersama), atau kebiasaan lebih besar dari nilai THR di atas, maka THR yang dibayarkan kepada Pekerja/Buruh sesuai dengan PK, PP, PKB atau kebiasaan yang telah dilakukan,” imbuhnya.