Pimpin Satgas Lawan Covid DPR Tinjau Bea Cukai, Sufmi Dasco Dukung Kemudahan Izin Masuk Produk Alkes

Pimpin Satgas Lawan Covid DPR Tinjau Bea Cukai, Sufmi Dasco Dukung Kemudahan Izin Masuk Produk Alkes

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Satgas Lawan Covid-19 DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendukung kemudahan birokrasi izin masuk untuk alat-alat kesehatan yang masuk ke Indonesia. Dalam urusan pandemi seperti ini, menurut Dasco birokrasi untuk alkes harus dapat dipangkas karena masyarakat dan tenaga kesehatan membutuhkannya secara cepat.

 

Hal tersebut disampaikannya kepada Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani dan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok Dwi Teguh dalam lawatannya ke Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/8/2021). Dasco sendiri mengapresiasi Bea Cukai Tanjung Priok yang telah mengutamakan dan memudahkan izin produk-produk alkes masuk ke Indonesia.

 

“Kami berupaya melakukan integrasi dan sinkronisasi mengenai barang-barang yang masuk. Sehingga kami apresiasi kepada pihak bea cukai yang telah memberikan kemudahan-kemudahan peraturan untuk memasukkan barang kebutuhan untuk Covid seperti alat kesehatan, obat-obatan, dan tabung gas,” jelas Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.

 

Politisi Partai Gerindra itu menerangkan, aturan yang dimiliki bea cukai saat ini telah mempermudah seluruh pihak yang ingin berpartisipasi melawan Covid, sehingga barang-barang yang diperuntukkan pada kesehatan bisa masuk dengan mudah dan dalam tempo cepat sehingga bisa langsung dieksekusi ke sasaran daerah impor masing-masing.

 

“Sehingga kami harapkan hal ini terus berlangsung kepada bea cukai yang ada di garis depan. Kami berikan apresiasi juga kepada para petugas yang tidak kenal lelah, bahkan kami lihat loketnya buka 24 jam setiap hari non-stop. Kami harapkan pelayanan agar terus bertambah baik,” tandas Dasco.

 

Sementara Dirjen Bea Cukai Askolani mengklaim pelayanan online di Bea Cukai saat ini sudah dapat dinikmati selama 24 jam setiap hari. Hal ini dianggapnya dapat memfasilitasi percepatan pemasukan alkes. “Di sini utamanya tabung dan obat-obatan, satu lagi yang masif adalah vaksin masuk dari Soetta,” imbuhnya.

 

Kalau dalam kondisi normal, ia mengungkapkan, alat-alat kesehatan ini prioritasnya sama dengan produk lain seperti buah, sayuran, peralatan, dan otomotif. Sehingga menurutnya hal ini tidak menjadi keutamaan seperti sekarang.

 

“Tetapi kami sekarang beraksi. Pertama kamu dapat info bahwa itu alkes, langsung kita tarik, yang dulunya mungkin urutan 20, bisa langsung kami taruh di urutan pertama untuk diselesaikan. Itu mungkin langkah aktif yang kami lakukan di seluruh pelabuhan dan bandara untuk semua alat kesehatan, obat-obatan, dan tentu vaksin,” tutup Askolani.

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Berikan Komentar

Tinggalkan komentar

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT