Patung Soeharto-AH Nasution Hilang di Markas Kostrad, Fadli Zon: Kesalahan Fatal

Perkuat Forum Parlemen ASEAN, Fadli Zon Raih Penghargaan AIPA Distinguished Service Award

JAKARTA, Fraksigerindra.id — Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon menanggapi peristiwa hilangnya patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) di Markas Kostrad.

Diorama ketiga tokoh nasional penumpasan G30S/PKI itu tadinya terpajang di museum Markas Kostrad. Namun, kini patung ketiga tokoh tersebut sudah dihilangkan.

Menurut Fadli, itu adalah sebuah kesalahan fatal dari sebuah kebijakan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurachman.

“Tidak bisa benda museum seenaknya diangkut atas permintaan seseorang. Apalagi menyangkut tonggak sejarah penting bangsa kita. Ini kesalahan yang fatal,” cuit Fadli dalam akun Twitter pribadinya, @fadlizon, yang dikutip Fraksigerindra.id, Rabu (29/9).

Politisi Partai Gerindra itu menilai tindakan Pangkostrad Letjen Dudung itu selalu memantik kontroversi. Fadli menyebutkan, sebelumnya Dudung melibatkan aparat TNI untuk menurunkan baliho, kini menghilangkan patung.

“Setelah baliho, kini patung,” ujarnya.

Sebelumnya, Dudung menegaskan bahwa hilangnya patung tokoh nasional G30S/PKI di Markas Kostrad tidak ada kaitannya dengan penyusupan paham komunisme di tubuh TNI.

Dia menekankan bahwa patung diorama yang dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution (2011-2012) itu diambil kembali oleh penggagasnya.

Adapun patung yang dimaksud yakni patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD).

Menurut Dudung, alasan AY Nasution mengambil kembali patung tersebut adalah terkait keyakinan yang dianutnya.

“Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya,” ujarnya.

Sebab itu, Dudung mengaku tidak dapat menolak permintaan dari yang bersangkutan terseb

 

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Berikan Komentar

Tinggalkan komentar

BERITA TERBARU

BERITA TERKAIT